Minggu, 11 Juni 2023

Dunia Walet : Sekat pada RBW

 Sekat pada rumah walet memiliki beberapa kegunaan utama:


Memisahkan koloni: Sekat digunakan untuk memisahkan koloni burung walet yang berbeda di dalam rumah walet. Ini membantu menjaga agar koloni-koloni tersebut tetap terpisah dan tidak saling mengganggu satu sama lain.


Membuat ruangan bertingkat: Sekat juga dapat digunakan untuk membuat ruangan bertingkat di dalam rumah walet. Dengan menggunakan sekat yang tepat, pemilik rumah walet dapat memanfaatkan ruang secara efisien dan meningkatkan kapasitas rumah walet.


Menyediakan tempat bertelur: Sekat dapat digunakan untuk membuat ruang khusus di dalam rumah walet yang dirancang khusus untuk walet bertelur. Sekat ini biasanya memiliki lubang-lubang kecil yang memungkinkan burung walet untuk masuk dan keluar, tetapi mencegah predator masuk ke ruangan tersebut.


Pengaturan suhu dan kelembaban: Sekat juga dapat membantu dalam pengaturan suhu dan kelembaban di dalam rumah walet. Dengan menggunakan sekat yang tepat, pemilik rumah walet dapat menciptakan kondisi yang ideal bagi burung walet agar tetap nyaman dan produktif.


Pengendalian serangga: Sekat dapat digunakan sebagai penghalang untuk mencegah masuknya serangga atau hewan lain ke dalam ruang koloni burung walet. Ini membantu menjaga kebersihan dan kesehatan koloni burung walet, serta mencegah serangga merusak sarang atau mencuri telur walet.


Penting untuk memilih dan menggunakan sekat yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi rumah walet Anda. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli walet atau sumber yang terpercaya untuk memastikan penggunaan sekat yang tepat dan efektif.


Untuk menciptakan pencahayaan yang baik di rumah burung walet, Anda dapat menggunakan sekat yang disebut "sekat pencahayaan". Sekat ini memungkinkan cahaya masuk ke dalam rumah burung walet, tetapi menghalangi cahaya langsung yang dapat mengganggu burung walet.

Membuat ruangan-ruangan terpisah: Sekat digunakan untuk membagi ruang di dalam rumah burung walet menjadi beberapa kompartemen yang berbeda. Setiap kompartemen berfungsi sebagai sarang untuk burung walet dan membantu mengatur populasi burung walet di dalam rumah. Dengan adanya sekat, setiap keluarga burung walet dapat memiliki ruang yang terpisah untuk berkembang biak dan bersarang

Minggu, 02 Mei 2010

Cantiknya Bidadari....... Apa yang kau banggakan Wanita Dunia


Mamuju, 03 Mei 2010

Terheran-heran. Tapi itulah kenyataan. ................
Seseorang – yang mungkin dengan mudahnya – melepas jilbabnya dan merasa enjoy mempertontonkan kecantikannya. Entah dengan alasan apa, kepuasan pribadi, materi dunia, popularitas yang semuanya berujung pada satu hal, yaitu hawa nafsu yang tak terbelenggu.
Padahal… nun di surga sana, terdapat makhluk yang begitu cantik yang belum pernah seorang pun melihat ada makhluk secantik itu. Dan mereka sangat pemalu dan terjaga sehingga kecantikan mereka hanya dinikmati oleh suami-suami mereka di surga.

Berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadits yang menceritakan tentang para bidadari surga.

Harumnya Bidadari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,...
“Sekiranya salah seorang bidadari surga datang ke dunia, pasti ia akan menyinari langit dan bumi dan memenuhi antara langit dan bumi dengan aroma yang harum semerbak. Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kecantikan Fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rombongan yang pertama masuk surga adalah dengan wajah bercahaya bak rembulan di malam purnama. Rombongan berikutnya adalah dengan wajah bercahaya seperti bintang-bintang yang berkemilau di langit. Masing-masing orang di antara mereka mempunyai dua istri, dimana sumsum tulang betisnya kelihatan dari balik dagingnya. Di dalam surga nanti tidak ada bujangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ “Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54)

Abu Shuhaib al-Karami mengatakan, “Yang dimaksud dengan hur adalah bentuk jamak dari haura, yaitu wanita muda yang cantik jelita dengan kulit yang putih dan dengan mata yang sangat hitam. Sedangkan arti ‘ain adalah wanita yang memiliki mata yang indah.
Al-Hasan berpendapat bahwa haura adalah wanita yang memiliki mata dengan putih mata yang sangat putih dan hitam mata yang sangat hitam. Sopan dan Pemalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyifati bidadari dengan “menundukkan pandangan” pada tiga tempat di Al-Qur’an, yaitu: “Di dalam surga, terdapat bidadari-bidadari-bidadari yang sopan, yang menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? Seakan-akan biadadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. Ar-Rahman: 56-58)
“Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya.” (Qs. Ash-Shaffat: 48)
“Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.”
Seluruh ahli tafsir sepakat bahwa pandangan para bidadari surgawi hanya tertuju untuk suami mereka, sehingga mereka tidak pernah melirik lelaki lain. Putihnya Bidadari Allah Ta’ala berfirman, “Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (Qs. ar-Rahman: 58)
al-Hasan dan mayoritas ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah bidadari-bidadari surga itu sebening yaqut dan seputih marjan.
Allah juga menyatakan,“(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam kemah.” (Qs. Ar-Rahman: 72) Maksudnya mereka itu dipingit hanya diperuntukkan bagi para suami mereka, sedangkan orang lain tidak ada yang melihat dan tidak ada yang tahu. Mereka berada di dalam kemah.

Baiklah…ini adalah sedikit gambaran yang Allah berikan tentang bidadari di surga. Karena bagaimanapun gambaran itu, maka manusia tidak akan bisa membayangkan sesuai rupa aslinya, karena sesuatu yang berada di surga adalah sesuatu yang tidak/belum pernah kita lihat di dunia ini.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas oleh pikiran.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah mengetahui sifat fisik dan akhlak bidadari, maka bukan berarti bidadari lebih baik daripada wanita surga. Sesungguhnya wanita-wanita surga memiliki keutamaan yang sedemikian besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Sungguh tutup kepala salah seorang wanita surga itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dan lagi, seorang manusia telah Allah ciptakan dengan sebaik-baik rupa, “Dan manusia telah diciptakan dengan sebaik-baik rupa.” (Qs. At-Tiin: 4)
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?” Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.” Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani) Subhanallah.......
Betapa indahnya perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebuah perkataan yang seharusnya membuat kita, wanita dunia, menjadi lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh untuk menjadi wanita shalihah. Berusaha untuk menjadi sebaik-baik perhiasan. Berusaha dengan lebih keras untuk bisa menjadi wanita penghuni surga..
Nah, tinggal lagi, apakah kita mau berusaha menjadi salah satu dari wanita penghuni surga?????


Maraji’: Mukhtashor Hadil al-Arwah ila Bilad al-Afrah (Tamasya ke Surga) (terj), Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah.

Bagaimana Akhir Kehidupan Kita???


Mamuju, 01 Mei 2010

Manusia adalah makhluk kebiasaan, ia melakukan apa yang sudah biasa ia lakukan. Jika ada orang yang mudah sekali untuk sholat shubuh berjamaah di mesjid, berarti ia sudah terbiasa. Jika ada yang rutin tilawah satu juz sehari, berarti dia memang sudah biasa melakukan itu. Ini hanya masalah kebiasaan, biasa atau tidak. Memulai kebiasaan baik, awalnya selalu berat. Memulai kebiasaan baru, hidup baru, sikap baru, pola pikir baru, semuanya memerlukan perjuangan. Tanyakan pada orang yang rutin sholat malam, apakah awalnya mudah untuk bangun malam? Atau mintalah pada ahli hisab (perokok berat) untuk berhenti merokok. Pastinya tidak mudah dan penuh perjuangan. Tapi yakinlah, bagaimanapun beratnya memulai kebiasaan baik, itu hanya terjadi pada awalnya. Setelah itu, semuanya akan menjadi mudah dan biasa untuk dilakukan. Bahkan akan aneh rasanya jika tidak mengerjakan kebaikan tersebut. Akan merasa ada sesuatu yang kurang. Sulit untuk meninggalkan sesuatu yang telah menjadi kebiasaan. Amalan yang disukai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan, sesuatu yang telah menjadi kebiasaan, meskipun sedikit. Karena amal yang sudah biasa dirutinkan akan sulit untuk ditinggalkan. Seandainya ia terlalai dari rutinintas kebaikan tersebut, maka ia akan meng-iqob (menghukum) dirinya dengan melakukan kebaikan lain yang lebih besar untuk menggantinya. Iqob adalah suatu bentuk penyesalan diri terhadap kelalaiannya terhadap rutinitas kebaikan. Sebagai bukti bahwa ia melakukan kelalaian tersebut tanpa disengaja. Serta sebagai bentuk komitmen supaya ia tidak mengulanginya lagi. “Jangan menunda-nunda tanpa melakukan persiapan untuk kematian. Umur kita terlalu singkat. Jadikanlah setiap tarikan nafas adalah udara terakhir yang kita hirup, lalu kematian akan menjemputmu. Kematian seseorang akan terjadi dalam keadaan di mana ia biasa melakukan sesuatu ketika hidup. Dan ketika dibangkitkan di akhirat maka ia juga akan dibangkitkan dalam situasi itu juga.” (Ibnu Quddamah, Mukhtashar Minhajul Qosidin) Apa yang menjadi kebiasaan kita selama hidup? Apa yang selalu kita lakukan dalam kondisi waktu yang lapang dan tidak ada kesibukan? Semoga Allah memberikan kita akhir hidup yang baik, karena seseorang akan dimatikan sesuai dengan kebiasaan yang dia lakukan. Sumber: Murobbisukses.com

۩۞۩ - ISLAM TERBUKTI BENAR - ۩۞۩ 01 Mei 2010
السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد

Qs.5 Maa'idah:97. Allah telah menjadikan Ka'bah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia.

Astronout Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari Planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata : “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ???”

Para Astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada masalah tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.

Itulah sebabnya kenapa jika seseorang tinggal di Mekah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Ka’Bah, maka seakan-akan diri kita di charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam. ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

Radiasi dari Ka'bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur'an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur'an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa':82

Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!
DARI ILMIAH,,,, Islam terbukti Benar
DARI KITAB LAIN,,, Islam terbukti Benar

Segala puja & puji bagi ALLAH,,, Qur'an TERBUKTI Sepanjang Masa!